Demensia merupakan suatu istilah yang merujuk kepada sekelompok penyakit yang memiliki dampak serius terhadap kemampuan daya ingat, proses berpikir, dan pelaksanaan aktivitas sehari-hari individu. Dampaknya cenderung memburuk sejalan dengan berlalunya waktu, dan lebih sering terjadi pada mereka yang telah memasuki usia lanjut, meskipun demensia tidak selalu menjadi konsekuensi yang pasti dari proses penuaan.

Demensia sendiri merupakan suatu sindrom yang dapat disebabkan oleh berbagai penyakit yang, seiring berjalannya waktu, merusak sel-sel saraf dan mengganggu fungsi otak. Ini biasanya menghasilkan penurunan kemampuan kognitif, yang merupakan kemampuan untuk memproses pemikiran, melebihi apa yang bisa diharapkan sebagai bagian dari proses biologis yang normal.

Perlu diingat bahwa demensia memiliki dampak yang melampaui aspek fisik; dampaknya juga meluas ke sisi psikologis, sosial, dan ekonomi, bukan hanya bagi individu yang terkena demensia, tetapi juga bagi para penyelenggara perawatan, keluarga mereka, dan masyarakat secara keseluruhan.

Menurut laporan terbaru yang disajikan dalam Konferensi Internasional Asosiasi Alzheimer (AAIC) di London, sekitar sepertiga dari kasus demensia dapat dicegah dengan mengelola faktor-faktor gaya hidup seperti diabetes dan hipertensi. Oleh karena itu, meningkatkan aktivitas fisik dan menjaga pola makan yang sehat menjadi langkah yang bijak untuk mengurangi risiko demensia.

10 Cara Mengurangi Resiko Terhadap Demensia

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber yang dapat dipercaya, tindakan pencegahan demensia dapat dimulai pada tahap awal dengan mengatur pola hidup sebagai berikut:

1. Meningkatkan Aktivitas Fisik

Menjalani aktivitas fisik secara teratur merupakan salah satu pendekatan efektif dalam mengurangi risiko demensia. Aktivitas fisik secara rutin memberikan manfaat positif bagi kesehatan jantung, sirkulasi darah, kontrol berat badan, dan kesehatan mental. Pemula mungkin merasa kesulitan untuk memulai gaya hidup lebih aktif atau bahkan merasa khawatir bahwa hal tersebut memerlukan aktivitas yang tidak disukai. Oleh karena itu, menemukan jenis aktivitas yang sesuai dan nyaman bagi individu sangat penting. Proses ini dapat dimulai dengan sedikit aktivitas dan kemudian ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan.

Aktivitas fisik dapat dikelompokkan menjadi dua jenis utama, yaitu aktivitas aerobik dan latihan kekuatan. Masing-masing jenis aktivitas memiliki manfaat kesehatan yang berbeda dan membantu menjaga kondisi tubuh yang optimal. Gabungan dari kedua jenis aktivitas ini berkontribusi dalam mengurangi risiko demensia.

2. Mengadopsi Pola Makan Sehat

Mengonsumsi makanan yang seimbang dan bergizi dapat berperan penting dalam mengurangi risiko demensia, serta mencegah kondisi lain seperti kanker, diabetes tipe 2, obesitas, stroke, dan penyakit jantung. Tidak ada bahan makanan, nutrisi tunggal, atau jenis makanan tertentu yang dapat secara eksklusif meningkatkan kesehatan otak. Sebaliknya, yang lebih relevan adalah konsumsi berbagai jenis makanan dengan proporsi yang tepat, yang dikenal sebagai diet “seimbang”.

Dengan mengadopsi pola makan yang seimbang, kemungkinan besar seseorang akan memastikan bahwa otak menerima semua nutrisi yang diperlukan untuk menjaga kesehatannya. Panduan dari NHS Eatwell memberikan informasi tentang jenis kelompok makanan yang harus dimasukkan dalam pola makan seimbang, serta perkiraan jumlah yang diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

3. Menghentikan Kebiasaan Merokok

Bagi mereka yang terbiasa merokok, penting untuk menyadari bahwa mereka berisiko lebih tinggi terkena demensia di masa depan. Merokok memiliki dampak negatif yang signifikan pada aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk pembuluh darah di otak, jantung, dan paru-paru. Tidak ada kata terlambat untuk menghentikan kebiasaan merokok, tetapi semakin dini seseorang mengambil tindakan ini, semakin banyak kerusakan yang dapat dihindari pada otak.

4. Mengurangi Konsumsi Alkohol

Konsumsi alkohol dalam jumlah berlebih dapat meningkatkan risiko terkena demensia. Bagi mereka yang rutin mengonsumsi alkohol, penting untuk membatasi diri sesuai dengan rekomendasi yang disarankan. Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat mengakibatkan otak terpapar bahan kimia berbahaya dalam jumlah tinggi. Idealnya, seseorang tidak seharusnya mengonsumsi lebih dari 14 unit alkohol setiap minggunya, yang setara dengan satu liter bir atau segelas anggur kecil setiap hari. Jika konsumsi alkohol melebihi batas ini secara rutin, risiko kerusakan otak dan organ lainnya meningkat, sehingga meningkatkan potensi terkena demensia. Bagi yang biasanya mengonsumsi alkohol dalam jumlah tersebut, disarankan untuk mengurangi konsumsinya selama setidaknya tiga hari dalam seminggu.

5. Aktif Secara Mental dan Sosial

Terlibat dalam aktivitas yang merangsang pikiran atau bersosialisasi dapat memperkuat daya tahan otak terhadap perkembangan demensia, mengurangi stres, dan meningkatkan kesejahteraan emosional. Dengan kata lain, melibatkan diri dalam aktivitas semacam itu dapat membantu menunda atau bahkan mencegah munculnya demensia. Penting untuk mencari aktivitas yang sesuai dengan preferensi pribadi yang menantang kemampuan berpikir dan melibatkan otak secara teratur. Ini bisa berupa menyelesaikan teka-teki, teka-teki silang, atau berbagai aktivitas lainnya yang memicu proses berpikir, pemrosesan informasi, dan pengembangan keterampilan intelektual, yang semuanya berkontribusi pada menjaga otak tetap sehat dan mengurangi risiko demensia.

6. Jaga Kesehatan Anda dengan Tekun

Seiring berjalannya usia, kemungkinan besar Anda akan menghadapi berbagai kondisi kesehatan tertentu, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes. Sayangnya, kondisi-kondisi ini dapat meningkatkan risiko terkena demensia. Salah satu langkah penting untuk mencegahnya adalah dengan menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin, setidaknya setiap 6 bulan.

7. Pencegahan Cedera Kepala

Upayakan untuk mencegah jatuh dan cedera kepala dengan langkah-langkah yang bijak, seperti menjadikan lingkungan tempat tinggal bebas dari potensi bahaya jatuh, serta memakai alas kaki yang dilengkapi dengan sol anti selip untuk mendukung kaki secara penuh. Selain itu, pertimbangkan untuk terlibat dalam program pencegahan jatuh yang tersedia secara daring atau di komunitas sekitar Anda. Pastikan juga untuk selalu menggunakan sabuk pengaman dan helm, yang dapat membantu melindungi kepala dari cedera otak traumatik dan gangguan serius lainnya.

8. Pengendalian Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi memiliki dampak berbahaya pada kesehatan jantung, sistem pembuluh darah, dan otak, yang pada akhirnya meningkatkan risiko terjadinya stroke dan demensia vaskular. Mengelola tekanan darah tinggi melalui kombinasi pengobatan medis dan perubahan gaya hidup sehat, seperti berolahraga teratur dan berhenti merokok, dapat secara signifikan mengurangi risiko demensia.

9. Kendalikan Kadar Gula Darah

Kadar gula darah yang melampaui batas normal dapat menjadi pemicu diabetes, yang pada gilirannya meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gangguan kognitif, dan demensia. Dengan memilih pola makan yang sehat, menjaga rutinitas olahraga, menghentikan kebiasaan merokok, serta menjalani pemeriksaan kadar glukosa secara teratur, Anda dapat mengelola kadar gula darah dengan lebih baik.

10. Pertahankan Berat Badan Ideal

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes dan penyakit jantung. Oleh karena itu, penting untuk aktif bergerak dan memilih konsumsi makanan yang sehat guna menjaga berat badan pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda.